Mahasiswa UMK Kudus Meninggal Dunia Akibat Terbakar saat Jalani KKN

KUDUS, Lingkarjateng.id – Seorang mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) Aditya Bagus Saputra, meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit selama 12 hari akibat luka bakar yang dideritanya.

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika itu, diduga menjadi korban kebakaran saat mengecat tong sampah untuk program kerja selama dia menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Samirejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Diketahui, cat yang dia gunakan menggunakan campuran tiner.

Rektor UMK, Prof Darsono menjelaskan bahwa, pada Sabtu, 16 September 2023 panitia KKN UMK menerima laporan dari Dosen Pembimbing Lapangan di Posko KKN Desa Samirejo bahwa, dua mahasiswa KKN mengalami kebakaran ketika sedang mengerjakan Program Kerja untuk kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim) di desa tersebut.

BELASUNGKAWA: Rektor UMK Prof Darsono bersama jajaran pimpinan sedang memberikan tali asih kepada keluarga Aditya Bagus Saputra. (Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkarjateng.id)

“Yaitu pengecatan tong sampah, bahan untuk campuran pengecatan berupa tiner. Ketika mengecat tong sampah, tiner justru tumpah dan tiba-tiba api menyala lalu menyambar mahasiswa yang sedang mengecat,” tuturnya.

Akibat peristiwa tersebut, Aditya Bagus Saputra mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Kejadian tersebut juga menimpa Trishanto Tulodo.

Mahasiswa Program Studi Manajemen itu mengalami luka bakar pada kaki dan tangan.

Ia mengatakan, kedua korban langsung dibawa ke RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus untuk segera mendapat perawatan.

“Panitia KKN bersama DPL ikut mendampingi korban dan membantu administrasi,” jelasnya.

Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, Trishanto Tulodo telah diperbolehkan untuk pulang karena luka bakar yang dideritanya sudah pulih.

Sebaliknya, nyawa Aditya Bagus Saputra justru tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 28 September 2023 setelah menjalani perawatan selama 12 hari akibat luka bakar yang dideritanya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus Syarifa – Koran Lingkar)