Blog

  • Waspada Jukir Nakal! Segini Tarif Parkir Resmi Festival Dandangan Kudus 2025

    Waspada Jukir Nakal! Segini Tarif Parkir Resmi Festival Dandangan Kudus 2025

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus mengingatkan para pengunjung Festival Dandangan agar membayar parkir sesuai tarif yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah (perda). Hal itu untuk mengantisipasi adanya juru parkir (jukir) nakal yang melakukan getok tarif.

    Kepala Dishub Kudus, Catur Sulistiyanto, mengungkapkan bahwa sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2023, tarif parkir di tepi jalan umum untuk sepeda motor sebesar Rp 2.000 dan untuk mobil Rp 3.000.

    Ia menegaskan bahwa tarif tersebut juga berlau untuk parkir salama acara Festival Dandangan yang menjelang bulan Ramadhan.

    “Kami mengingatkan agar masyarakat tetap membayar parkir sesuai tarif resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya saat dihubungi di Kudus pada Senin, 24 Februari 2025.

    Kepala UPTD Parkir Dishub Kudus, Edy S, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada juru parkir mengenai ketentuan tarif yang berlaku tersebut.

    Bahkan, sosialisasi tersebut juga melibatkan Satlantas Polres Kudus, Polsek Kota, serta Kepala Desa Demaan guna memastikan aturan tetap dipatuhi.

    “Jika ada juru parkir yang memungut tarif lebih dari ketentuan tersebut, maka akan kami tegur dan tindak,” tegasnya.

    Dishub Kudus memastikan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan langsung di lapangan. Jika ada juru parkir yang tetap melanggar aturan setelah ditegur, maka akan diberi sanksi, termasuk kemungkinan pergantian petugas parkir.

    Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan adanya pungutan di luar tarif yang telah ditentukan.

    “Apabila masyarakat merasa dipaksa membayar lebih dari tarif resmi, mereka berhak melaporkan hal tersebut kepada pihak berwenang agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Edy menegaskan bahwa jika ada pelanggaran yang sudah di luar batas kewajaran, maka hal tersebut akan menjadi ranah Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) untuk ditindak secara hukum.

    “Kami sudah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kewenangan yang ada untuk memastikan tarif parkir tetap sesuai aturan,” tandasnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus S. – Lingkarkudus.com)

  • Kudus Miliki Pabrik Rokok Terbanyak se-Eks Karesidenan Pati, Blora Cuma Dua

    Kudus Miliki Pabrik Rokok Terbanyak se-Eks Karesidenan Pati, Blora Cuma Dua

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Kudus mencatat adanya pertumbuhan investasi di industri hasil tembakau di wilayah eks Karesidenan Pati. Hal itu ditandai dengan bertambahnya jumlah pabrik rokok di wilayah eks Karesidenan Pati yang jumlahnya mencapai 202 pabrik rokok.

    “Jumlah pabrik rokok sebanyak itu, tersebar di Keresidenan Pati, berbeda dengan tahun sebelumnya yang tercatat 193 pabrik rokok, kemudian tahun ini secara bertahap bertambah,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Lenni Ika Wahyudiasti, di Kudus pada Minggu, 23 Februari 2025.

    Ia mengungkapkan bahwa pada akhir Januari 2025 lalu jumlah pabrik rokok bertambah menjadi 198, kemudian pekan ini meningkat lagi menjadi 202 pabrik rokok.

    Dari jumlah tersebut, pabrik rokok terbanyak berada di Kabupaten Kudus yang mencapai 111, disusul Kabupaten Jepara sebanyak 83 pabrik rokok, Kabupaten Pati ada enam pabrik, dan Blora ada dua pabrik.

    KPPBC Kudus mencatat penambahan jumlah perusahaan rokok tersebut terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

    Lenni menyebut bahwa pada tahun 2021 lalu jumlah pabrik rokok sebanyak 114, kemudian tahun 2022 jumlahnya bertambah menjadi 129 perusahaan. Kemudian tahun 2023 ada penambahan 30 pabrik rokok, sehingga totalnya menjadi 159 perusahaan.

    Memasuki pertengahan bulan Maret 2024, jumlahnya bertambah lagi menjadi 166 perusahaan dan Desember 2024 meningkat lagi menjadi 193 perusahaan. Sedangkan bulan Februari 2025 bertambah menjadi 202 pabrik rokok.

    Untuk pabrik rokok golongan I untuk jenis rokok sigaret kretek mesin (SKM) hanya satu pabrik, sedangkan untuk golongan sigaret kretek tangan (SKT) ada dua pabrik, sementara golongan II untuk rokok SKT ada enam pabrik, dan SKM ada puluhan pabrik, selebihnya untuk golongan III untuk SKT.

    Kehadiran dan kontribusi sejumlah perusahaan penghasil tembakau di wilayah KPPBC Kudus itu sangat mendukung dalam memenuhi target penerimaan cukai, khususnya cukai hasil tembakau.

    Untuk memaksimalkan penerimaan cukai rokok, KPPBC Kudus berupaya membantu pemasaran rokok legal jangan sampai terganggu rokok ilegal. Di antaranya dengan meningkatkan pengawasan rokok ilegal dan keberadaan Satpol PP dengan dukungan anggaran dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang lebih besar juga akan dimaksimalkan untuk ikut memberantas peredaran rokok ilegal.

    Upaya lainnya, yakni KPPBC Kudus memberlakukan ultimum remidium terhadap 10 kasus rokok ilegal, sehingga pelanggar cukai hanya dikenakan denda cukai rokok yang jumlahnya mencapai Rp 2,25 miliar. Denda tersebut menjadi pemasukan negara sehingga bisa menambah pemenuhan target cukai. (Lingkar Network | Anta – Lingkarkudus.com)

  • Bupati Kudus Sam’ani Sebut Retret Bantu Tingkatkan Solidaritas Antar Kepala Daerah

    Bupati Kudus Sam’ani Sebut Retret Bantu Tingkatkan Solidaritas Antar Kepala Daerah

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Sebanyak 456 kepala daerah dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan retreat kepemimpinan yang digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 21-28 Februari 2025.

    Memasuki hari kedua, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang menjadi salah satu peserta dalam acara ini menjelaskan suasana retreat. Dirinya pun menilai bahwa kegiatan retret ini mampu meningkatkan solidaritas antar kepala daerah.

    Menurutnya, retreat ini memberikan pengalaman berharga dalam hal kedisiplinan, kebersamaan, toleransi, serta kerja sama antarpemimpin daerah. 

    “Banyak pengalaman yang didapat, terutama dalam memperkuat kebersamaan dan koordinasi antar kepala daerah,” katanya melalui pesan Whatsapp, Sabtu, 22 Februari 2025.

    Lebih lanjut, Sam’ani menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menyesuaikan dan menyinergikan visi serta misi pemerintah pusat dengan daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi yang baik antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.

    “Persaudaraan antar pimpinan daerah menjadi semakin erat. Ini penting agar kita bisa saling berbagi pengalaman dan strategi dalam memimpin daerah masing-masing,” tambahnya.

    Selama retreat, para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi dan refleksi yang dipandu oleh narasumber berpengalaman. Topik yang dibahas mencakup kepemimpinan berintegritas, inovasi kebijakan publik, serta strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas daerah, sehingga kebijakan yang diterapkan di tingkat lokal tetap selaras dengan arah pembangunan nasional. Dengan demikian, setiap daerah dapat berkembang secara optimal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Sam’ani pun mengapresiasi penyelenggaraan retreat ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala guna menjaga komunikasi dan sinergi antar pemerintah daerah.(Lingkar Network | Nisa Hafizhotus S – Lingkarkudus.com)

  • PDIP Larang Retreat, Wakil Bupati Kudus Bellinda: Pak Sam’ani Tetap Ikut di Magelang

    PDIP Larang Retreat, Wakil Bupati Kudus Bellinda: Pak Sam’ani Tetap Ikut di Magelang

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Birton, menegaskan dirinya tetap tegak lurus dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait retreat kepala daerah di Magelang.

    Pernyataan itu disampaikan Bellinda menanggapi polemik keikutsertaan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam retreat kepala daerah di Magelang yang diduga bertentangan dengan surat resmi DPP PDI Perjuangan (PDIP) bernomor 7294/IN/DPP/II/2025. Dalam surat tersebut, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menginstruksikan kepada kepala daerah dari PDIP untuk tidak mengikuti agenda retreat di Magelang.

    Bellinda menyampaikan bahwa Sam’ani saat ini sudah berada di Magelang untuk mengikuti retreat kepala daerah.

    “Ya, Pak Sam (Sam’ani) ini ikut retreat, posisinya sudah di Magelang. Jadi, beliau kemarin setelah pelantikan langsung ke bandara, turun di Semarang, dan langsung ke Magelang,” ungkapnya saat tiba di Pendopo Kabuapten Kudus pada Jumat, 21 Februari 2025.

    Lebih lanjut, Bellinda juga mengungkapkan bahwa dirinya mengikuti arahan dari pemerintah pusat, termasuk terkait dengan agenda retreat tersebut.

    “Saya tetap tegak lurus sama presiden, dan Pak Sam juga tetap mengikuti retreat. Wakil kepala daerah juga kabarnya nanti tanggal 27 Februari diminta untuk ke sana juga,” tambahnya.

    Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengenai keberadaannya di Magelang, Bupati Kudus, Sam’ani, memilih tidak memberikan komentar.

    “Minta maaf kami tidak berkomentar, matur nuwun,” balasnya singkat.

    Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kudus sendiri telah digelar secara serentak di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis pagi, 20 Februari 2025.

    Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seluruh kepala daerah dilantik serentak. (Lingkar Network | Mohammad Fahtur Rohman – Lingkarkudus.com)

  • Besok Sam’ani Retreat, Bellinda akan Disambut Pesta Rakyat di Pendopo Kudus

    Besok Sam’ani Retreat, Bellinda akan Disambut Pesta Rakyat di Pendopo Kudus

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton, telah resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025. Namun, kepulangan keduanya ke Kabupaten Kudus dijadwalkan di waktu berbeda.

    Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dijadwalkan akan pulang ke Kudus pada tanggal 28 Februari 2025 karena harus terlebih dahulu mengikuti retreat kepala daerah di Magelang. Sementara Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton dijadwalkan sampai ke Kabupaten Kudus pada tanggal 21 Februari 2025.

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pun telah menyiapkan serangkaian acara untuk menyambut Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton. Bahkan, acara penyambutan tersebut nantinya akan dimeriahkan dengan pesta rakyat.

    “Rencananya Bu Bellinda akan disambut di Pendopo Kabupaten Kudus pada Jumat (21 Februari 2025) siang,” ucap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kudus, Adi Sadhono, pada Kamis, 20 Februari 2025.

    Dia menjelaskan, rangkaian acara penyambutan Bellinda tersebut akan dibuka dengan kegiatan manaqib di Pendopo Kabupaten Kudus. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan sholat sunnah di Masjid Agung.

    “Lalu ada juga kegiatan sungkeman orang tua di Pendopo Kabupaten Kudus dan doa dari para sesepuh ulama,” katanya.

    Sementara, untuk kegiatan pesta rakyat akan diadakan di Halaman Pendopo Kabupaten Kudus dengan diikuti oleh 35 pedagang kaki lima (PKL). Selain itu, ada pula jamuan yang bakal disiapkan berasal dari 25 ekor kambing hasil sumbangan para relawan.

    “Keterlibatan para PKL ini karena mereka ingin ikut mangayubagyo kegiatan penyambutan di pendopo,” tuturnya.

    Lebih lanjut, serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Kudus Sam’ani Intakoris-Bellinda Putri Sabrina Birton dijadwalkan akan diadakan di Pendopo Kabupaten Kudus pada tanggal 3 Maret 2025. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus S. – Lingkarkudus.com)

  • OPD Pemkab Kudus Diminta Lakukan Efisiensi Anggaran Mandiri

    OPD Pemkab Kudus Diminta Lakukan Efisiensi Anggaran Mandiri

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sudah mulai melaksanakan instruksi terkait kebijakan efisiensi anggaran. Hal ini guna menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

    Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan arahan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar melakukan self assessment atau evaluasi mandiri terkait efisiensi anggaran.

    “Kami minta seluruh OPD untuk bisa melakukan self assessment agar bisa menyesuaikan anggaran sesuai urgensi di masing-masing OPD,” katanya di Kudus pada Selasa, 18 Februari 2025.

    Menurutnya, penyesuaian atau efisiensi anggaran di pemerintah daerah tidak bisa disamakan persis sesuai dengan yang ada di kementerian dan lembaga pemerintah pusat.

    “Kami tidak bisa samakan persis seperti di kementerian dan lembaga. Contohnya seperti penyesuaian 90 persen untuk ATK itu akan sangat sulit diterapkan di daerah. Tapi ke depannya kami tetap akan mengarah kesana dengan mengurangi belanja ATK dan memaksimalkan teknologi informasi,” ungkapnya.

    Kemudian, ia menyebut efisiensi anggaran ini juga nantinya masih harus menyesuaikan dengan lima kegiatan prioritas bupati terpilih. Pasalnya, masih ada kegiatan prioritas bupati terpilih yang belum masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD).

    “Jadi kami minta OPD sendiri dulu yang menyesuaikan (anggaran). Harapannya di anggaran perubahan nanti terkait lima kegiatan prioritas yang belum masuk RKPD bisa teranggarkan. Contohnya seperti program bantuan sosial bagi ibu melahirkan,” bebernya.

    Lebih lanjut, Revli memastikan bahwa efisiensi anggaran tidak akan dilakukan terhadap program-program pelayanan publik bagi masyarakat.

    “OPD kami minta mencermati lagi. Jadi yang bisa terkena efisiensi itu seperti rapat yang biasanya di hotel, bisa diadakan di kantor saja. Lalu kegiatan yang biasanya harus ke luar kota, bisa diusahakan di dalam daerah saja,” ungkapnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus S. – Lingkarkudus.com)

  • Geger! Mayat Ditemukan Tinggal Kerangka di Lahan Tebu Gondoharum Kudus

    Geger! Mayat Ditemukan Tinggal Kerangka di Lahan Tebu Gondoharum Kudus

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Warga Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah geger atas penemuan  mayat yang tinggal kerangka di lahan tebu pinggir Jalan Pantura Kudus-Pati pada Sabtu, 15 Februari 2025. Mayat tersebut ditemukan bersama pakaian yang sudah lusuh.

    Mayat di Gondoharum itu pertama kali ditemukan seorang petani Bernama Mardiono saat menggarap lahannya.

    Ia mengaku kaget saat melihat bagian tubuh manusia yang sudah tinggal tulang belulang di antara tanaman tebu.

    “Awalnya saya mengira itu sampah atau bangkai hewan, tapi setelah saya dekati, ternyata kerangka manusia,” ujar Mardiono. 

    Setelah itu Mardiono segera melapor kepada Ketua RT setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. 

    Tak lama berselang, petugas Polres Kudus bersama tim Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi mayat untuk penyelidikan lebih lanjut. 

    Kapolres Kudus hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait identitas maupun penyebab kematian korban. 

    Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa kasus dalam proses penyelidikan lebih lanjut. 

    Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor guna membantu proses identifikasi.  

    Warga sekitar mengaku resah dengan penemuan ini. Beberapa di antaranya menduga kerangka tersebut merupakan korban kecelakaan atau tindak kejahatan yang sudah lama terjadi, mengingat lokasi penemuan berada di area yang cukup sepi dan jarang dilalui orang. 

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti di sekitar lokasi serta memeriksa saksi-saksi. (Lingkar Network | Fahtur Rohman – Lingkarkudus.com)

  • Puluhan Kambing Mati Imbas Banjir, Peternak di Kudus Rugi Puluhan Juta

    Puluhan Kambing Mati Imbas Banjir, Peternak di Kudus Rugi Puluhan Juta

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak serius pada para peternak kambing. 

    Dalam sepekan terakhir, puluhan kambing dilaporkan mati mendadak akibat cuaca ekstrem dan kesulitan mendapatkan pakan. Kerugian yang dialami peternak pun mencapai puluhan juta rupiah. 

    Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Payaman, Kecamatan Mejobo. Noor Ali, seorang peternak di desa tersebut, mengaku kehilangan beberapa ekor kambing akibat kondisi cuaca yang buruk dan banjir yang belum surut. 

    “Iya, punya saya ada yang mati. Awalnya tidak mau makan, terus tiba-tiba mati. Dikasih obat juga tidak mempan,” ujar Noor Ali, Rabu sore, 12 Februari 2025.  

    Gagal Panen Imbas Banjir, Ratusan Hektare Lahan Petani di Kudus Diajukan Klaim Asuransi Puso

    Menurutnya, total kambing yang mati di wilayah tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 20 ekor. Cuaca ekstrem yang disertai banjir menyulitkan peternak mencari pakan, sehingga kondisi kesehatan ternak menurun drastis. 

    “Faktor cuaca dan sulitnya mencari pakan karena banjir menjadi penyebab utama matinya kambing-kambing ini secara bergantian,” tambahnya.

    Kerugian akibat kematian kambing ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 40 juta. Harga kambing yang biasanya dijual dengan kisaran Rp 2 juta per ekor menjadi pukulan telak bagi para peternak.  

    Noor berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan, terutama pakan ternak dan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.(Lingkar Network | Mohammad Fahtur Rohman – Lingkarkudus.com)

  • Gagal Panen Imbas Banjir, Ratusan Hektare Lahan Petani di Kudus Diajukan Klaim Asuransi Puso

    Gagal Panen Imbas Banjir, Ratusan Hektare Lahan Petani di Kudus Diajukan Klaim Asuransi Puso

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mengajukan klaim terhadap 282,66 hektare tanaman padi petani yang gagal panen atau puso akibat banjir dan telah didaftarkan dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

    “Untuk total lahan tanaman padi yang puso di Kabupaten Kudus memang lebih banyak karena data sebelumnya mencapai 438,10 hektare. Akan tetapi yang ikut program asuransi hanya 282,66 hektare,” kata Kepala Dispertan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, di Kudus pada Senin, 10 Februari 2025.

    Didik menjelaskan bahwa luas lahan 282,66 hektare tanaman padi yang puso itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Kaliwungu, Undaan, dan Mejobo. Lahan puso terluas berada di Kecamatan Kaliwungu mencapai 149,33 hektare, selebihnya dari Kecamatan Undaan dan Mejobo.

    Sementara itu, lahan tanaman padi yang didaftarkan mengikuti program AUTP mencapai 1.000 hektare.

    Dari ratusan hektare lahan tanaman padi yang didaftarkan program AUTP, sebagian besar panen tahun 2024, sedangkan sebagian lainnya perkiraan panen tahun 2025 karena tanamnya pada November dan Desember 2024.

    Sementara yang panen tahun 2024, kata dia, tanamnya di Februari, Maret, April, dan Mei. Sedangkan perkiraan panen tahun 2025 ada yang jatuh pada bulan Februari, Maret, dan April dengan luas areal lahan bervariasi.

    Berdasarkan data terbaru, luas tanaman padi yang terdampak banjir per 8 Februari 2025 seluas 701,02 hektare yang tersebar di Kecamatan Undaan, Mejobo, Jati, dan Jekulo.

    “Tanaman padi yang puso biasanya tergenang hingga tidak terlihat daunnya berlangsung lama. Sedangkan, yang masih terlihat daunnya sehingga masih bisa terkena sinar matahari dan memungkinkan terjadi fotosintesis biasanya tahan dalam jangka lama,” ujarnya.

    Pemutakhiran data sawah terdampak banjir, kata dia, akan terus dilakukan guna memastikan ada tidaknya tambahan tanaman padi yang puso. (Lingkar Network | Anta – Lingkarkudus.com)

  • Pelaku Usaha di Kudus Ramai-Ramai Urus NIB Demi Dapat Jatah LPG Subsidi 3 Kg

    Pelaku Usaha di Kudus Ramai-Ramai Urus NIB Demi Dapat Jatah LPG Subsidi 3 Kg

    KUDUS, Lingkarkudus.com – Masyarakat yang mengajukan permohonan pembuatan nomor induk berusaha (NIB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus di Mal Pelayanan Publik (MPP) mengalami peningkatan signifikan.

    Kenaikan ini terjadi sejak adanya kebijakan baru terkait pembelian tabung LPG 3 kilogram (kg), terutama bagi para pengecer maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Pasalnya, aturan yang mulai diberlakukan pada Februari 2025 ini mengharuskan para pengecer dan pelaku UMKM yang ingin mendapatkan jatah lebih dari satu tabung LPG subsidi dalam sepekan harus memiliki NIB.

    “Kenaikan signifikan, jika biasanya satu hari hanya ada dua pemohon, sekarang bisa sampai 70 orang pemohon. Hampir semua memang mengajukan NIB dengan alasan untuk mendapatkan LPG subsidi,” kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Kudus, Harso Widodo, pada Jumat, 7 Februari 2025.

    Oleh karena itu, dengan adanya lonjakan pemohon NIB tersebut, pihaknya menyiagakan sembilan orang petugas layanan DPMPTSP di MPP. Petugas tersebut nantinya akan membantu masyarakat yang kesulitan untuk membuat NIB melalui sistem (Online Single Submission).

    “Kami tambah personilnya jadi ada sembilan orang petugas di front office untuk membantu percepatan penerbitan NIB sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Meski ada keterbatasan personil, tetap kami maksimalkan pelayanannya, masyarakat tidak usah panik dan khawatir,” katanya.

    Sebagai informasi, OSS adalah aplikasi berbasis web yang berfungsi untuk membantu proses pengajuan, pengaduan dan perizinan. Termasuk dalam pengajuan pembuatan NIB.

    Harso menjelaskan bahwa sebenarnya masyarakat bisa mengakses dan mengajukan NIB sendiri di rumah melalui situs oss.go.id tanpa datang ke MPP. Syaratnya hanya menyiapkan KTP dan WA atau email.

    “Tapi kalau memang belum bisa dan ingin pendampingan terhadap pembuatan NIB bisa datang ke MPP,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Harso menyebut bahwa mulai Februari 2025 ini pihaknya juga akan melakukan pendataan para pemohon NIB berdasarkan klasifikasi yang ada.

    “Kami akan data para pemohon NIB ini, jadi sewaktu-waktu jika OPD lain seperti Dinas Perdagangan atau dinas lain butuh data pemilik NIB berdasarkan klasifikasi tertentu itu kami sudah ada,” tukasnya.

    Pertamina Tambah 17.920 Tabung LPG 3 Kg di Kudus

    Sementara itu, Pertamina memberikan tambahan alokasi fakultatif LPG 3 kilogram untuk wilayah Kabupaten Kudus sebanyak 17.920 tabung. Tambahan ini diberikan pada bulan Februari 2025.

    Oleh karena itu, pihak Pertamina meminta masyarakat tidak perlu panik ataupun memborong berlebihan karena stok LPG subsidi dipastikan aman.

    “Tambahan ini merupakan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” kata Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan.

    Ia menjelaskan bahwa Pertamina telah menyalurkan tambahan fakultatif tersebut melalui pangkalan-pangkalan LPG resmi sesuai dengan kebutuhan di setiap daerah.

    ”Kami imbau kepada masyarakat sebaiknya dapat melakukan pembelian produk LPG 3 kilogram di pangkalan resmi Pertamina, selain stoknya terjamin, harganya juga dipastikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah paling murah HET Rp 18.000,” tuturnya.

    Terpisah, Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Minan Muhammad, mengatakan bahwa tambahan alokasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya aksi borong masyarakat yang merasa khawatir akan adanya kelangkaan gas melon.

    “Masyarakat tidak perlu khawatir karena dengan mengandalkan pasokan yang diterima, masih cukup aman. Terlebih ketika alokasi fakultatif digelontorkan juga tidak ada masalah,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa LPG subsidi hanya diperuntukan bagi masyarakat miskin. Sehingga, pihaknya mengingatkan bagi masyarakat dengan status ekonomi mampu untuk bisa membeli LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram atau 12 kilogram. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus S. – Lingkarkudus.com)